Postingan

Bank Sampah Sukamaju Sejahtera, semoga selalu sejahtera

Menjadi manusia yang hebat bukan hanya tentang banyaknya orang yang mengenal kita, banyaknya harta yang dikumpulkan, bukan pula tentang hak paten yang dimiliki. Manusia yang hebat sebenarnya berawal dari ketulusan hati untuk membantu sesama manusia, sehingga Allah menaikan derajatnya di hadapan para manusia. Hari ini aku mempelajari banyak hal dari sosok yang kutemui hari ini, Pak Toni, Ketua RW 06 Kampung Sukamaju, Padalarang. Bersama Naufal dan Donny (walau hanya melalui google meet), kami menemui Pak Toni di kediamannya. Cukup jauh dari jalan raya, sampai-sampai mobil Ummu Naufal tidak masuk ke dalam gang kampung tersebut. Sebelum menemui beliau, aku sudah melakukan beberapa penelusuran tentang beliau. Pak Toni bukan ketua RW biasa, beliau adalah ketua Bank Sampah Sukamaju Sejahtera. Bank sampah ini telah berdiri selama 6 tahun. Jika kamu mencari bank sampah ini di google, kamu akan menemukan banyak artikel tentang beliau dan bank sampahnya. Hal-hal inilah yang membuatku semakin pen...

Sholat Sampai Kaki Bengkak

Gambar
 Kalau berbicara  tentang ilmu atau Al-Quranul karim, kita berbicara tentang bertambah iman. Karena orang beriman itu apabila dibacakan ayat Allah, imannya bertambah. Maka bersyukurlah apabila kita mendapat kesempatan untuk menambah ilmu kita. Berdoa agar ilmu yang bertambah ini bisa bermanfaat, minta pertolongan ke Allah. Karena kata Imam Asy-Syafi'i, ilmu itu yang bermanfaat, bukan yang sekedar dihafal. Memanfaatkan ilmu itu tidak mudah, maka kita harus meminta pertolongan pada Allah.  Ingatlah bahwa kita ini adalah hamba yang diciptakan untuk tidak berbuat kesyirikan. Tugas kita adalah itu, terlepas apa expertise kita. Maka dari itu, ibadah yang dilakukan harus sesuai dengan sunnah.  Beda nabi dan manusia adalah ketika melakukan satu dosa pasti langsung diluruskan. Pada hadits yang dikeluarkan oleh Imam Bukhari dan Muslim ini, pelajaran yang bisa dipetik adalah sebagai berikut. 1. Lihat bagaimana adab istri disini, beliau tidak memanggil dengan nama, tapi dengan ...

Review Bumi Manusia

Entah mengapa, aku menyukai novel-novel yang berlatar belakang tempat atau waktu yang belum pernah aku ketahui, misal kehidupan pada zaman dahulu kala, jauh sebelum aku lahir. Ketika manusia belum mengenal internet, ketika orang-orang begitu sabar menahan rindunya sampai sepucuk surat dari yang dicintainya datang ke pangkuan. Zaman dimana orang berani berkorban begitu banyak meski tahu akhirnya akan rugi besar. Setelah lama tidak membaca novel, pada liburan kali ini, aku putuskan untuk membaca novel karya Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia. Pada awalnya aku tidak berniat membaca novel itu. Namun tidak ada buku yang menarik bagi diriku di toko buku pada hari itu. Lalu aku mencoba untuk membawanya pulang, tentunya lewat izin kasir terlebih dahulu.  Novel ini berlatar belakang pada abad ke-19 dimana Belanda menguasai Indonesia (Hindia Belanda). Yang lebih diperlihatkan pada novel ini adalah kehidupan di luar peperangan, sesuatu yang belum pernah ku ketahui tentang masa penjajahan di ...

Tersenyumlah

 Menjadi pemurung ternyata melelahkan. Dunia terlihat gelap. Kemana mata memandang, disana ada kesedihan. Padahal yang dipandang hanyalah kucing yang mengeong. Otot-otot wajahpun menjadi kaku, keriput bertambah karena wajah terus-menerus berkerut. Pandangan selalu melihat ke tanah, pikiran yang sudah gelap, bertambah gelap karena warna tanah yang gelap. Padahal warna tanah yang gelap adalah kebahagiaan petani. Kalaupun melihat ke langit, pikiran pun semakin kelam karena langit yang mendung hendak hujan. Padahal langit yang mendung adalah kebahagiaan bagi ahli kualitas udara karena udara akan bersih karena hujan. Ah, pantas saja tidak ada penduduk surga yang murung. Ada saatnya murung itu diperlukan. Ketika kau dengar berita duka, itulah saatnya murung diperlukan. Tidak mungkin ceria pada waktu itu. Ketika kau mendengar ayat-ayat tentang neraka, maka itulah saatnya kau murung bahkan tersungkur dalam kesedihan karena mengingat azab-Nya yang menakutkan. Tidak ada yang melarangmu untuk...

Tentang mengkhatamkan Al Quran pada bulan Ramadhan

  Mungkin sering terlihat pada timeline atau media sosial apapun yang berisi tentang ajakan untuk mengkhatamkan Al-Quran, 1 kali, 2 kali, 3 kali, bahkan setiap hari! Lalu terlintas pada pikiran, mengapa orang-orang berlomba-lomba untuk mengkhatamkan Al-Quran pada bulan Ramadhan ini? Bismillahirrahmanirrahim Para sahabat gemar sekali mengkhatamkan Al-Quran pada hari-hari biasa. Namun pada bulan Ramadhan, mereka lebih-lebih meningkatkan bacaan Al-Qurannya, sehingga dapat khatam lebih banyak dari hari-hari biasanya. Imam Syafi’i rahimahullah bahkan dapat mengkhatamkan Al-Quran sebanyak 60 kali dalam sehari.. Maasyaa Allah.. Hal ini tidak lain disebabkan oleh pahala yang didapatkan ketika membaca Al-Quran. Membaca setiap huruf pada Al-Quran bernilai 10 pahala. Rasulullah  Shallallahu ’alaihi wa salam bersabda, مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ ...

Ramadhan Sudah Dekat, Apa Kabar Bacaan Quranmu?

Ramadhan adalah bulan mulia, bulan dimana pahala amal shaleh dilipatgandakan. Ramadhan merupakan bulan diturunkannya Al Quran, sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah, شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ   Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil) (QS Al-Baqarah: 185) Pada bulan ramadhan sangat dianjurkan untuk banyak banyak bertilawah dan mengkhatamkan Al Quran. Bayangkan saja, berapa banyak pahala yang dapat kita dapat hanya dengan membaca beberapa ayat al quran ketika (misalnya) menunggu angkutan umum? Sabda Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa salam, مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْ...

Sepercik Hikmah di Genangan Banjir

Musim berganti Tahun berganti Hujan yang waktu itu pernah dinanti, sekarang malah menumbuhkan kekhawatiran di hati. Air pun memanjat, seperti ingin ikut melihat lantai dua rumah. Manusia pun panik. Ia ingat bahwa dirinya tidak mampu bernapas dalam air. Dicarinya tempat tertinggi yang ia dapati pada rumahnya. Ia pun naik ke atap rumahnya, menyelamatkan diri. Sesampainya disana, ia lumayan merasa lega, setidaknya nyawanya terselamatkan. Ia pun baru terpikirkan hal lain. Mobil-mobil ku yang berada di basement. Uang bermiliar rupiah di laci. Furnitur jati berpuluh juta di ruang tamu. Semua barang-barang mewah ku. Semua kekayaannya itu tidak membantunya sama sekali pada saat ia kesusahan. Kekayaannya hanya pasrah dalam genangan air itu. Dirinya sendiri pun tidak memiliki kekuatan untuk menyelamatkan semua hartanya. Waktunya, habis untuk dapat memiliki itu semua. Tenaganya, terkuras untuk suatu hal yang ternyata, Nyatanya, F a n a. Lalu apa yang ia butuhkan di saa...